Eco-Date: Literasi Keuangan Syariah di Indonesia Masih Rendah, Apakah Penyebabnya?

Penulis: Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) FE UNJ

Literasi keuangan syariah adalah suatu pemahaman, kemampuan untuk mengaplikasikannya individu mengenai pengelolaan dana, akad-akad dalam keuangan, dan juga investasi dengan berbasis syariah. Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar. Hal ini diperkuat dengan adanya data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri pada Juni 2021, dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 272,23 juta jiwa sekitar 86,88% atau sebanyak 236,53 juta jiwa adalah muslim. Namun, sejalan dengan banyak nya penduduk muslim terbesar, literasi atas keuangan syariah di Indonesia masih terbilang cukup rendah apabila dibandingkan dengan negara lain yang jumlah masyarakat muslimnya lebih rendah. Survei Nasional Keuangan Indonesia tahun 2019 menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan syariah itu hanya 8,93 persen, dengan kata lain hanya 9 dari 100 orang dewasa Indonesia yang mengenal produk keuangan syariah dengan baik (Komisaris Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, 2022). Lalu, apakah penyebabnya hingga Indonesia masih minim akan literasi keuangan syariah?

Mengapa literasi itu penting, khususnya literasi keuangan syariah di Indonesia?

Literasi sangat penting, karena untuk menghindari kita dari informasi atau berita yang hoaks, meningkatkan kemampuan pemahaman kualitas untuk diri kita lebih kritis, kreatif, inovatif, dan untuk kemajuan bangsa.

Begitu pun dengan literasi keuangan syariah juga penting, karena untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan peran serta kita dalam penggunaan produk dan jasa keuangan syariah. Selain itu, agar kita dapat memilih investasi yang halal dan menguntungkan, sehingga terhindar dari investasi bodong.

Lalu, Apa Penyebab Tingkat Literasi Keuangan Masih Rendah?

Penyebabnya adalah masih banyak masyarakat menganggap bahwa keuangan syariah diperuntukan hanya bagi umat Islam, kaum milenial, atau generasi Z mengira bahwa produk keuangan syariah hanya untuk orang tua, masyarakat terkendala pemahaman terhadap perekonomian syariah, sehingga perekonomian konvensional dirasa lebih mudah  dan masih kurang tersebar luas bank syariah di Indonesia. Namun, penyebab paling utama adalah pada tingkat pemahaman. Masyarakat masih belum banyak mengetahui tentang pentingnya literasi keuangan syariah (Santia, 2021).

Apa upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan literasi syariah

  1. Pengembangan literasi Halal Lifestyle

Dengan mendorong peningkatan permintaan domestik atas produk barang dan jasa halal, serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman produsen atas kebutuhan produk halal yang akan memotivasi ekspansi produksi barang dan jasa halal yang kemudian mendorong peningkatan kinerja dan meningkatkan permintaan tenaga kerja atau sumber daya manusia ekonomi syariah. 

  1. Program Edukasi Ekonomi Keuangan Syariah (EKS)

Kegiatan literasi EKS bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan agar lebih terampil mengelola keuangan berbasis syariah.

  1. Peran Generasi Muda Dalam Menyebarluaskan atau Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah.

Generasi muda sebagai “Agent of Change” harus dapat memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin. Hal itu bisa dilakukan dengan kegiatan kampanye melalui media sosial. Dengan bertujuan untuk mengajak masyarakat umum untuk menyadarkan bahwa literasi keuangan syariah itu penting.

KESIMPULAN

Rendahnya literasi keuangan syariah ini menjadi problem serius bagi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah. Determinan terpenting rendahnya literasi keuangan syariah di Indonesia adalah pemahaman terhadap pentingnya literasi keuangan syariah bagi masyarakat itu sendiri. Akan tetapi, upaya peningkatan literasi ekonomi syariah oleh masyarakat dapat dilakukan melalui penerapan pengembangan literasi halal lifestyle. Dengan aktivitas ini, diharapkan dapat meningkatkan literasi halal masyarakat untuk senantiasa mengkonsumsi barang maupun makanan halal dan Thayyib.

Referensi :

Komisaris Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. (2022). KNEKS, MES dan BSI Ajak PMII Dalam Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah. https://knks.go.id/berita/438/kneks-mes-dan-bsi-ajak-pmii-dalam-pengembangan-ekonomi-dan-keuangan-syariah?category=1

Santia, T. (2021). Literasi Keuangan Syariah RI Masih Rendah, Salah Satunya Dianggap Hanya buat Orang Tua. Liputan 6. https://m.liputan6.com/bisnis/read/4591479/literasi-keuangan-syariah-ri-masih-rendah-salah-satunya-dianggap-hanya-buat-orang-tua

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *