DIGITALISASI : DAMPAK & TANTANGAN BAGI PEREKONOMIAN”


by Abdan Faqih Izzudin dan Maudy Shinta Maychella
(Departemen Edukasi BEMP Akuntasi FE UNJ)

Digitalisasi adalah proses mengubah data, informasi, atau aktivitas ke dalam bentuk digital atau elektronik. Digitalisasi perekonomian merupakan proses mengadopsi dan menerapkan teknologi digital dalam berbagai aspek kegiatan ekonomi. Hal ini melibatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, internet, perangkat lunak, dan sistem digital lainnya untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan inovasi dalam sektor ekonomi. Kemajuan teknologi dan ketersediaan perangkat digital yang melimpah dalam berbagai aspek kehidupan manusia telah mengubah secara drastis bidang teknologi dan melibatkan hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Kemajuan teknologi membawa nilai bisnis terus meningkat dengan pesat dari hari ke hari, sehingga menjadi sumber daya baru yang berkontribusi dan membawa dampak positif serta negatif pada perekonomian. Berikut beberapa diantaranya :

No.Dampak PositifDampak Negatif
1.Peningkatan efisiensi produksiPengangguran struktural
2.Peningkatan akses pasarKetimpangan pendapatan
3.Peningkatan produktivitasBiaya implementasi
4.Penciptaan lapangan kerja baruKetergantungan terhadap teknologi

Dalam berinovasi dan beradaptasi menyesuaikan perkembangan teknologi, terdapat tantangan-tantangan yang dihadapi oleh suatu negara dalam aspek ekonomi, yakni semakin banyaknya tidak tercatatnya produk domestik bruto suatu negara, dikenal dengan istilah underground economy. Aktivitas tersebut susah dilacak oleh aparat negara yang bertugas, akibatnya aktivitas tersebut tidak dapat dikenakan pajak dan pendapatan pajak menurun. Beberapa underground economy adalah transnasional narkoba, perdagangan manusia, deep web. Pelaku transnasional memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk menghilangkan jejak transaksi, hal ini merupakan suatu tindak kriminal (transaksi tidak diketahui, money laundry, confidential transaction, pembiayaan terorisme). Biasanya bertransaksi dalam jumlah besar dan lintas negara. Hal ini juga membuka jalan untuk pelaku kejahatan yang menyerang global cyber. Maka dari itu, pemerintah harus membuat sistem high security internet untuk menjaga keamanan transaksi digital.

Dalam ranah digitalisasi, e-commerce sangat berkembang pesat. Hal ini membuat persaingan antara e-commerce dan usaha kecil menengah konvensional semakin ketat.  Digitalisasi ini mendorong pola konsumsi masyarakat bergeser. Beberapa usaha konvensional beralih pada e-commerce. Hal ini menyebabkan pengurangan marketer, pada sisi baiknya efisiensi usaha menjadi meningkat dan beban gaji usaha berkurang. Sedangkan, di beberapa negara Asia Tenggara masih dimayoritasi oleh para pekerja kasar yang sudah sulit menerima teknologi baru.

Perkembangan e-commerce merupakan bukti nyata pergeseran aktivitas bisnis dari offline ke online. Pergeseran tersebut membawa dampak signifikan bagi perusahaan. Salah satu keuntungan utamanya adalah akses dan target pasar yang lebih luas. Dengan adopsi platform online, perusahaan dapat mencapai pasar global tanpa batasan geografis. Hal ini memungkinkan mereka untuk menjangkau konsumen potensial yang jauh lebih banyak daripada dalam operasi offline.

Tidak hanya itu, pergeseran ini juga memberikan kemudahan dalam pemasaran dan promosi. Dalam lingkungan online, perusahaan dapat memanfaatkan berbagai alat pemasaran digital seperti media sosial, search engine, dan iklan online. Ini memungkinkan mereka untuk menyasar audiens yang tepat dan meningkatkan visibilitas merek mereka dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan metode tradisional.

     Selain itu, bisnis online juga memberikan fleksibilitas waktu dan ruang yang lebih besar. Pelanggan dapat melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja melalui perangkat elektronik mereka. Hal tersebut memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi konsumen, serta memungkinkan perusahaan untuk melayani pelanggan mereka dengan lebih efisien.

     Digitalisasi pada setiap aspek kehidupan mendorong para pekerja untuk bekerja lebih efektif dan efisien. Hal ini merupakan peralihan cara kerja perusahaan yang kaku dan konvensional menjadi fleksibel dan mudah digunakan. Teknologi bisnis membantu kemudahan pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah diselesaikan. Pekerjaan yang memerlukan ketelitian dapat dilakukan dengan mudah dengan adanya perangkat otomatis.

     Beberapa orang mengira otomatisasi cara kerja dapat mengurangi lapangan pekerjaan, padahal hal ini memudahkan pekerja untuk lebih cepat menyelesaikan pekerjaan manual yang dapat dilakukan secara otomatis. Dengan demikian, pekerja dapat mengerjakan hal lain yang lebih efektif sehingga produktivitas perusahaan berkembang menjadi cepat.

     Penggunaan mobile computing merupakan sarana teknologi bisnis, yang mana pekerja dapat melakukan pekerjaan dengan perangkat mobile. Penggunaan mobile computing ada juga yang berbasis cloud, hal ini digunakan bertujuan untuk membantu pekerja mengakses real time dengan perangkat apapun dan dimanapun. Penyimpanan data secara otomatis akan tersimpan pada cloud ini. Penggunaan mobile computing could membantu pekerja untuk melakukan pekerjaan lebih optimal dengan mudah.

     Perkembangan teknologi menyebabkan perubahan yang signifikan dalam segala aspek kehidupan. Hal ini mendorong seluruh bangsa di dunia beradaptasi dan berinovasi terhadap perubahan ini. Perkembangan teknologi memberi dampak yang sangat besar pada perekonomian bangsa, seperti meningkatkan efisiensi produksi pabrik, meningkatkan produktivitas kinerja, mempermudah dan meningkatkan akses pasar, menciptakan lapangan kerja yang luas. Namun, ada beberapa hal negatif yang timbul sebagai akibat dari perkembangan teknologi, seperti pengangguran struktural, ketimpangan pendapatan, menimbulkan ketergantungan terhadap teknologi, dan biaya implementasi.

     Dengan adanya perkembangan teknologi ini, banyak aktivitas masyarakat bahkan perusahaan yang mengubah cara kerja bisnisnya menjadi online. Hal ini dikarenakan dengan adanya perubahan aktivitas menjadi online dianggap mempermudah, membantu, meningkatkan produktivitas, efektivitas, dan efisiensi, sehingga semua aktivitas dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Perubahan aktivitas bisnis mendorong perusahaan untuk menggunakan teknologi bisnis seperti otomatisasi pekerjaan, penggunaan sistem mobile computing, dan mobile cloud computing.

     Namun, di balik semua kemudahan itu, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh negara-negara di dunia, yakni aktivitas underground economy yang menyebabkan ketidak deteksi nya aktivitas ekonomi sehingga aktivitas tersebut tidak bisa dikenakan pajak, persaingan antara produk lokal dan produk impor semakin ketat, pembangunan sumber daya manusia, ketidakmerataan akses internet yang memadai beberapa pulau terpencil di Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *